-->

Jumat, 09 Juli 2021

Apa Itu Covid Varian Delta?

Covid-19 varian delta menyebar di berbagai belahan dunia,menyebab banyak kasus lonjakan di dunia yang membuat orang orang terjangkit virus ini. Dari mulai Amerika Serikat hingga India sudah terjangkit virus corona varian delta ini. Varian ini memiliki mutasi yang membuat imun bereaksi saat akan divaksin. Untuk datanya belum lengkap sekali karena masih diteliti oleh orang orang. WHO mengatakan bahwa vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech dan AstraZeneca bekerja dengan baik terhadap COVID-19 parah yang disebabkan oleh varian Delta.

Walaupun seperti itu,kita harus menjaga diri dan menggunakan masker dan juga memvaksinasi diri demi bisa menjaga diri dari serangan delta ini. Berdasarkan beberapa studi untuk covid varian delta ini memiliki gejala. Sebuah studi yang berbasis di Inggris dari Mei menemukan bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca atau Pfizer sangat efektif melawan varian Delta, dari dua minggu setelah dosis kedua. Lalu Sebuah penelitian di Kanada yang diposting pada hari Sabtu, 3 Juli, menemukan bahwa dua dosis vaksin COVID-19 bekerja dengan baik terhadap Delta seperti halnya terhadap varian Alpha, yang sebelumnya dominan di Amerika Serikat.



Studi Israel: Pfizer 64% efektif setelah dua dosis

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan pada hari Senin, 6 Juli, bahwa vaksin Pfizer bekerja sedikit kurang baik terhadap varian Delta daripada perkiraan sebelumnya. Jumlah orang yang terinfeksi selama masa studi kecil, dan angka tersebut mungkin termasuk infeksi tanpa gejala.

Studi Skotlandia: Pfizer 79% efektif setelah dua dosis, 60% untuk AstraZeneca.

Sebuah studi yang berbasis di Skotlandia yang diterbitkan sebagai surat kepada jurnal medis Lancet pada 14 Juni menemukan bahwa vaksin Pfizer menawarkan perlindungan "sangat baik" terhadap varian Delta.


Mengapa jumlahnya bervariasi?

Persentase efikasi vaksin adalah proporsi penduduk yang mendapatkan perlindungan penuh setelah divaksinasi. Dengan 80% kemanjuran, 80% orang memiliki perlindungan penuh, dan 20% tidak.

Menjadi lebih sulit untuk mengukur seberapa baik vaksin bekerja di dunia nyata dibandingkan dengan uji coba, karena Anda tidak dapat mengontrol siapa yang divaksinasi dan siapa yang tidak. Perbedaan lain antara kedua kelompok dapat memengaruhi risiko sakit akibat COVID-19. Misalnya, mereka yang memilih untuk tidak divaksinasi juga lebih mungkin menempatkan diri mereka dalam situasi berisiko yang dapat membuat mereka terpapar virus.

Jumlahnya juga dapat bervariasi karena bergantung pada banyak faktor, termasuk apa yang Anda ukur, kapan Anda mengukurnya, usia populasi tempat Anda mengukurnya, dan apakah ada infeksi COVID-19 sebelumnya.


Itulah tadi beberapa pembahasan mengenai covid-19 varian delta yang bisa anda ketahui. Sudah seharusnya menjaga diri dan juga menggunakan masker serta ikut vaksin. Demi kesehatan diri sendiri dan juga menjaga kesehatan orang lain. Karena ada beberapa variasi covid-19 yang masih terus diteliti dan juga dicari obat yang tepat agar kita semua sembuh.

0 Komentar Apa Itu Covid Varian Delta?

Posting Komentar

Back To Top